Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 22 Februari 2012

Berawal dari 7.[5] berakhir di 9.[5] Spenza




Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan, karena aku akan masuk di sekolah yang bisa di bilang favorit di Sumbawa ini. Tak sabar rasanya ingin bertemu dengan teman-teman baru dan memulai sebuah persahabatan..
Pengumuman pembagian kelas pun telah di lakukan,, ternyata aku masuk ke kelas 7-5. Aku pada saat itu belum memiliki teman karena aku berasal dari sekolah dasar yang biasa-biasa saja. Ketika aku masuk ke dalam ruangan kelas ku, tak ada satupun yang aku kenal. Aku lihat mereka semua telah memiliki teman sebangku masing-masing. Aku bingung, ingin mengeluarkan suara hanya untuk sekedar menyapa mereka dan mengajak berkenalan tapi yang keluar hanyalah rasa malu yang ada di dalam diriku...

·        7.[5]
Pada saat ini adalah masa penjajakan bagi kami semua, karena di grade ini lah kami berusaha untuk menjadi seorang sahabat di saat suka maupun duka. Wajah-wajah kami yang lugu menyiratkan bahwa kami belum mengetahui tentang banyak hal yang terjadi di sekitar kami atau pun di luar sana. “Pacaran” itu masih menjadi kata-kata yang awam bagi kami. Yang kami tahu hanyalah menuntut ilmu dan terus bersaing satu sama lain untuk menjadi yang terbaik.

·        8.[5]
Satu tahun sudah kami bersama menjalani hari-hari yang penuh canda, suka, dan tangis. Di grade inilah kami telah menjadi sebuah keluarga. Mereka lah keluarga kedua bagiku. Di saat ada teman kami yang sakit ataupun tertimpa musibah, kami keluarga 8.[5] pasti akan berusaha menolong semampu kami. Di saat inilah kami mulai mengenal yang namanya “Pacaran”. Kami selalu berusaha menasehati teman-teman kami yang memiliki seorang pacar agar tetap fokus pada pelajaran, dan tidak hanya memikirkan pacarnya.. 8.[5] yang begitu solid, tak akan runtuh oleh badai sedikitpun..

·        9.[5]
Tahun-tahun terakhir dimana kami bersama, rasa takut untuk kehilangan satu sama lain begitu kuat mencengkram diri kami. Takut akan kehilangan sahabat yang selalu menemani hari-hari kami. Yang selalu mendengar celotehan kami, yang mendengar tangis kami. Kami memanfaatkan waktu yang masih tersisa agar kami bisa bersama-sama. Membuat acara agar kam bisa berkumpul hanya untuk sekedar bernyanyi-nyanyi bersama. Ujian yang semakin mendekat pun memaksa kami untuk mengurangi acara-acara yang sudah kami renacanakan. Ketika pengumuman hasil ujian. Alhamdulillah kami semua LULUS. Satu pesan ku untuk kalian semua keluarga besar 9.[5] Spenza : Jangan pernah melupakan semua kenangan yang sudah kita lewati bersama. Aku sayang kalian 9.[5] Spenza, kalian tak akan pernah terganti..

I       LOVE     9.[5]


0 komentar:

Posting Komentar